SpongeBob SquarePants Desy's Squarepants: December 2014 /* expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Monday, 22 December 2014

redoks

Reaksi Reduksi-Oksidasi (Redoks | Materi Ringkasan)


Reaksi redoks adalah reaksi reduksi dan oksidasi yang berlangsung secara bersamaan. Reaksi redoks adalah singkatan dari REDuksi OKSidasi. Contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari adalah perkaratan, pembakaran, pembusukan, fotosintesis, dan metabolisme.

1. Perkembangan Konsep Redoks

Konsep reaksi reduksi dan oksidasi mengalami perkembangan dari masa ke masa sesuai cakupan konsep yang dijelaskan.

1.1. Reaksi redoks sebagai reaksi pengikatan dan pelepasan oksigen

  • Oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen. Contoh: Perkaratan besi (Fe). clip_image002
  • Reduksi adalah reaksi pelepasan atau pengurangan oksigen. Contoh: Reduksi bijih besi dengan CO. clip_image002[6]

1.2. Reaksi redoks sebagai reaksi pelepasan dan pengikatan / penerimaan elektron

Dalam setiap oksidasi pasti disertai reduksi.
  • Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron. Contoh: (setengah reaksi oksidasi). clip_image002[8]
  • Reduksi adalah reaksi pengikatan atau penerimaan elektron. Contoh: (setengah reaksi reduksi). clip_image002[10]

1.3. Reaksi redoks sebagai reaksi kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi (biloks)

Bilangan oksidasi atau disingkat biloks adalah muatan yang dimiliki oleh suatu atom akibat melepaskan atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia.
Contoh:
Reaksi redoks sebagai reaksi kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi (biloks)

1.4. Reaksi redoks sebagai reaksi pelepasan dan pengikatan hidrogen

  • Oksidasi. Contoh: clip_image002[12]
  • Reduksi. Contoh: clip_image002[14]

2. Aturan Menentukan Bilangan Oksidasi

  1. Unsur bebas memiliki bilangan oksidasi = 0
  2. Umumnya unsur H memiliki bilangan oksidasi = +1 kecuali pada senyawa hidrida = –1
  3. Umumnya unsur O memiliki bilangan oksidasi = –2 kecuali pada senyawa peroksida = –1
  4. Unsur F selalu memiliki bilangan oksidasi = –1
  5. Unsur logam selalu memiliki bilangan oksidasi positif yang besarnya sesuai dengan golongannya.
  6. Bilangan oksidasi ion tunggal sama dengan muatannya.
  7. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa = 0
  8. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam ion poliatom = muatan ion.

3. Penamaan Senyawa Menurut IUPAC

Persamaan senyawa menurut IUPAC adalah penamaan yang berdasarkan bilangan oksidasinya yaitu sebagai berikut:
  1. Logam yang hanya mempunyai satu bilangan oksidasiMisalnya logam alkali, alkali tanah, dan aluminium. Penamaan senyawanya adalah nama logam di depan kemudian nama nonlogam diikuti ida. Contoh: NaCl : Natrium klorida.
  2. Logam yang mempunyai beberapa bilangan oksidasi. Misalnya logam transisi, penamaan senyawanya adalah dengan menuliskan bilangan oksidasi dengan angka romawi di belakang nama logam tersebut. Contoh: CuO : Tembaga (II) oksida.
  3. Atom non logam yang dapat membentuk dua atau lebih senyawa. Penamaannya diawali dengan atom nonlogam yang bermuatan positif diikuti bilangan oksidasinya (dengan angka romawi), sedangkan atom nonlogam yang bermuatan negatif diletakkan di belakang dengan berakhiran ida. Contoh: NO : Nitrogen (II) oksida.

reaksi redoks dan penyetaraan

Soal No.1
Diberikan persamaan reaksi redoks sebagai berikut!

2 HBr + H2SO4 → Br2 + SO2 + 2 H2O

Tentukan zat manakah yang merupakan:
a) oksidator
b) reduktor

Pembahasan
Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi atau penurunan bilangan oksidasi.
Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi atau kenaikan bilangan oksidasi.

Cek reaksi di soal:



Terlihat:
Br mengalami kenaikan bilangan oksidasi, dari −1 pada HBr menjadi 0 pada Br2.
S mengalami penurunan biloks dari +6 pada H2SO4 menjadi +4 pada SO2.

Sehingga:
a) oksidator adalah H2SO4 karena mengalami reduksi atau penurunan biloks.
b) reduktor adalah HBr karena mengalami oksidasi atau kenaikan biloks.

Catatan:
Mengapa biloks Br dari −1 menjadi 0 dan S dari +6 menjadi +4?
Biloks Br pada HBr.
Aturan:
Jumlah biloks unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah nol.

Karena jumlah biloks pada HBr harus nol,

H disini biloksnya +1, agar totalnya 0, maka biloks Br adalah −1.

Biloks Br pada Br2
Aturan:
Unsur bebas memiliki bilangan oksidasi 0.

Jadi biloks Br pada Br2 = 0.

Biloks S pada H2SO4.
H2SO4 terdiri dari ion H+ dan SO42−.

Lihat SO42−.

Aturan:
Jumlah biloks pada ion poliatom = muatannya

Sehingga jumlah bilangan oksidasi pada SO42− = −2

Biloks O disini adalah −2, sehingga biloks S nya:
(−2 × 4) + biloks S = −2
−8 + biloks S = −2
biloks S = +6

Biloks S pada SO2.
Total biloksnya adalah nol, dan biloks O di sini adalah −2. Jadi biloks S nya:
(−2 × 2) + biloks S = 0
−4 + biloks S = 0
biloks S = +4

Soal No. 2
Pada reaksi redoks,

MnO2 + 2H2SO4 + 2NaI → MnSO4 + Na2SO4 + 2H2O + I2

yang berperan sebagai oksidator adalah....
A. NaI
B. H2SO4
C. Mn2+
D. I
E. MnO2

Pembahasan
Oksidator adalah yang mengalami reduksi atau penurunan biloks.
Cek
Biloks Mn pada MnO2 adalah +4, biloks Mn pada MnSO4 adalah + 2. Terjadi penurunan biloks, sehingga MnO2 menjadi oksidator.

Soal No. 3
Gas nitrogen monoksida merupakan gas yang tidak berwarna dan beracun. Gas tersebut dapat dihasilkan dari reaksi asam sulfida dengan asam nitrat, dengan persamaan reaksi :

3 H2S (g) + 2 HNO3 (aq) + 6 H+ (aq) → 2 NO (g) + 2 S (s) + 4 H2O (l)

Spesi yang merupakan oksidator adalah....
A. H2S
B. HNO3
C. NO
D. S
E. H2O

Soal No. 4
Pada persamaan reaksi redoks:

a MnO4 (aq) + b H+ (aq) + c C2O42 − (aq) → 2Mn 2+ (aq) + 8H2O (l) + 10 CO2 (g)

Harga koefisien reaksi a, b, dan c adalah.....
A. 1, 4, dan 2
B. 1, 8, dan 3
C. 2, 6, dan 5
D. 2, 8, dan 5
E. 2, 16, dan 5

Pembahasan
Reaksinya:
a MnO4 (aq) + b H+ (aq) + c C2O42 − (aq) → 2Mn 2+ (aq) + 8H2O (l) + 10 CO2 (g)

Reaksi di sebelah kanan sudah lengkap koefisiennya, sehingga tinggal menyamakan dengan yang disebelah kiri.

Menentukan a :
Jumlah Mn disebelah kanan adalah 2, agar Mn disebelah kiri berjumlah 2, maka a = 2.

Menentukan b :
Jumlah H disebelah kanan adalah 16 (dari 8 x 2 = 16), agar H disebelah kiri juga 16, maka b = 16.

Menentukan c :
Jumlah C disebelah kanan adalah 10, agar C di sebelah kiri juga 10, maka c = 5 (karena 5 x 2 adalah 10).

Jadi a = 2, b = 16 dan c = 5

Soal No. 5
Pada reaksi redoks:

a Cu (s) + b NO3 (aq) + H+ (aq) → c Cu2+ (aq) + NO (g) + d H2O (l)

Harga koefisien a, b, c, dan d berturut-turut adalah....
A. 2, 1, 2, dan 2
B. 2, 1, 2, dan 4
C. 3, 2, 3, dan 4
D. 4, 1, 2, dan 3
E. 4, 1, 2, dan 4

Pembahasan
Tentukan dulu perubahan-perubahan bilangan oksidasi yang terjadi,:



Terlihat pada Cu terjadi perubahan biloks sebesar 3, dan pada N sebesar 2.
Samakan banyaknya perubahan itu, kalikan masing-masing dengan bilangan pengali tertentu. Misal 3 akan kita kali 2, sementara 2 akan kita kali 3, jadi perubahannya sama yaitu 6.



Tempatkan bilangan pengali tadi di depan Cu dan N



Sehingga seperti ini



Berikutnya setarakan jumlah muatan kiri dan kanan. Di kanan muatannya 3 x (+2) = +6. Agar sama Tambahkan 8 di depan H+ sebelah kiri, sehingga muatan kiri = (−2) + 8 = +6 juga.



Terakhir samakan jumlah O.



Dengan menambah 4 di depan H2O jumlah O kiri  2 x 3 = 6, dan O di kanan (2 + 4) = 6 juga.

Terlihat:
a = 3, b = 2, c = 3 dan d = 4.

Soal No. 6
Diberikan reaksi redoks sebagai berikut:

a MnO4 + b SO2 + c H2O → Mn2+ + d SO42− + f H+

Setarakan reaksi di atas dengan memberikan nilai koefisien a, b, c, d, e, dan f!

Pembahasan
Perubahan biloks yang terjadi:



Pada Mn biloks naik sebesar 2.
Pada S biloks turun sebesar 5.

Samakan, kalikan 5 dan kalikan 2, agar sama-sama jadi 10.
Tempatkan faktor pengali tadi, 2 didepan Mn dan 5 didepan S.



Samakan jumlah muatan kiri kanan, dengan menambahkan angka yang diperlukan di depan H+. Pada soal di atas, muatan kiri adalah − 2, muatan dikanan, agar −2 juga, maka ditambahkan angka 4 didepan H+.



Samakan jumlah O kiri dan kanan, agar sama maka ditambahkan angka 2 didepan H2O. Jadi jumlah O dikiri adalah 20, dan di kanan juga sudah 20.



Kesimpulannya :
a = 2, b = 5, c = 2, d = 2, e = 5 dan f = 4.

Soal No. 7
Diberikan reaksi redoks dalam suasana basa berikut:



Tentukan koefisien a, b, c, d, e, dan f !

Pembahasan
Perubahan bilangan oksidasi yang terjadi pada reaksi di atas sebagai berikut:



Kalikan dengan faktor pengali yang sesuai, setelah itu posisikan di tempat yang membutuhkan:



Samakan jumlah muatan kiri kanan dengan menambahkan angka di depan OH



Samakan jumlah O di kiri - kanan. Jumlah O kiri , jumlah O kanan sudah sama. Jadi tidak ada yang perlu ditambahkan lagi.



Jadi:
a = 2, b = 3, c = 1, d = 2, e = 3, dan f = 2.

Soal No. 8
Diberikan reaksi redoks berikut:

a Fe2+ + MnO4 + b H+ → c Fe3+ + Mn2+ + d H2O

Harga a, b, c, dan d berturut-turut adalah....
A. 4, 5, 8, 5
B. 4, 5, 5, 8
C. 5, 5, 8, 4
D. 5, 8, 5, 4
E. 5, 8, 4, 5

Pembahasan
Perubahan biloks dan faktor pengalinya adalah:



Tempatkan faktor pengali yang diperoleh



Setarakan jumlah muatan untuk mendapatkan koefisien H+



Setarakan Jumlah O untuk mendapatkan koefisien H2O



Hasil akhirnya



Soal berikut bisa untuk latihan,
Soal No. 9
Reaksi redoks

a Cr2O7 (aq) + b C2O42− (aq) + c H+ → d Cr3+ (aq) + e CO2 (g) + f H2O (l)

setelah disetarakan mempunyai harga a, b, d, e berturut-turut....
A. 1, 3, 1, 6
B. 1, 3, 2, 6
C. 2, 3, 2, 6
D. 2, 3, 2, 3
E. 6, 2, 3, 1
(Reaksi Redoks - Ebtanas 2001)


Read more: http://kimiastudycenter.com/kimia-xii/60-reaksi-redoks-dan-penyetaraan#ixzz3MfzTQTtG

Larutan Elektrolit dan Larutan Non-elektrolit



1. Di bawah ini adalah hasil percobaan daya hantar listrik dari beberapa larutan.
LarutanLampuBanyak gelembung
1Menyala terangBanyak
2Menyala redupBanyak
3Tidak menyalaSedikit
4Tidak menyalaTidak ada

Dari data di atas, pasangan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah berturut-turut adalah ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

Jawaban :
B. (1 dan 3)


2. Zat di bawah ini yang termasuk elektrolit senyawa kovalen dan bersifat basa adalah....
A. NaOH
B. CH3COOH
C. HCl
D. P(OH)3
E. C12 H22 O11
Jawaban : A.(NaOH) 

3. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah ....
A. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik
B. Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion yang bebas bergerak
C. Elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutan atau leburannya dapat menghantarkan listrik
D. Elektrolit adalah zat yang mengandung elektron-elektron yang bebas bergerak
E. Elektrolit adalah zat yang mengandung molekul- molekul yang bebas bergerak
Jawaban :
A (elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik)
 

4. Di bawah ini, yang dapat menghantarkan listrik paling baik adalah ....
A. larutan gula 0,1 M
B. larutan asamasetat 0,1 M
C. larutan asam asetat 1 M
D. larutan NaCl 0,1 M
E. larutan NaCl 1M
Jawaban :
E. (larutanNaCl 1 M, semakin besar konsentrasi maka daya hantarnya semakin bagus)


5. Asamklorida merupakan... jika dilarutkan kedalamair bersifat .... 
A. senyawa ionik; non elektrolit B. senyawa ionik; elektrolit 
C. senyawa kovalen; non elektrolit 
D. senyawa kovalen; elektrolit 
E. senyawa kovalen non polar; non elektrolit
Jawaban:
D(asamklorida senyawa ionic merupakan jika dilarutkan kedalam air bersifat elektrolit )
 

6. Di bawah ini, zat yang dalam lelehannya tidak dapat menghantarkan listrik adalah....
A. NaCl 
B. C12H22O11
C. CaCl2
D. KI
E. Al2(SO4)3
Jawaban : B ( B. C12H22O11 ) glukosa 

7. Garam dapur dan cuka keduanya menghantarkan arus listrik. Hal ini menunjukkan bahwa kedua larutan itu adalah ....
A. bersifat asam
B. bersifat basa
C. bersifat netral
D. dapat saling bereaksi
E. mengandung ion
Jawaban:
E. mengandung ion
 

8. Senyawa HCl merupakan contoh dari ....
A. senyawa ionik yang elektrolit
B. senyawa ionik yang non elektrolit
C. senyawa kovalen yang elektrolit
D. senyawa kovalen yang non elektrolit
E. senyawa asam lemah yang non elektrolit
jawaban :
C. senyawa kovalen yang elektrolit


9. Suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik apabila mengandung....
A. elektron yang bergerak bebas
B. air yang dapat menghantarkan listrik
C. air yang terionisasi
D. logamyangmerupakan penghantar listrik
E. ion-ion yang bergerak bebas 
Jawaban:
E (ion-ion yang bergerak bebas)
 

10. Lampu alat penguji elektrolit tidak menyala ketika elektrodanya dicelupkan ke dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektroda tetap terbentuk gelembung gas.
Penjelasan untukkeadaan ini adalah ....
A. cuka bukan elektrolit
B. sedikit sekali cuka yang terionisasi
C. cuka merupakan elektrolit kuat
D. alat penguji elektrolit rusak
E. gas yang terbentuk adalah cuka yang menguap
Jawaban:
B (hal tersebut menunjukkan bahwa sedikit sekali cuka yang terionisasai).


11. Dari senyawa-senyawa di bawah ini yang termasuk elektrolit kuat adalah….
A. H2CO3 
B. Ca(OH)2 
C. NH4OH
D. HCl E. CH3COOH 
Jawaban :
D. HCl (HCl termasuk larutan elektrolit kuat)


12. Pasangan senyawa di bawah ini yangmerupakan senyawa ion adalah ....
A. NaCl dan KBr
B. CH4 dan NH3
C. SO2 dan HCl
D. H2O dan HBr
E. KCl dan HCl 
Jawaban :
A (NaCl dan KBr) karena terbentuk dari ikatan ionik dan senyawa ionik dapat menghantarkan arus listrik.
 

13.Larutandi bawahini yang dapat menghantarkanarus listrik adalah ....
A. gula pasir
B. alkohol
C. garam dapur
D. glukosa
E. urea
Jawaban :
garam dapur, jawaban yang benar adalah C


14. Larutan yang bukan elektrolit adalah ....
A. soda
B. minyak tanah
C. cuka
D. tawas
E. kaporit
Jawaban :
B (minyak tanah tidak dapat menghantarkan arus listrik)


15. Peristiwa terurainya molekul senyawa kovalen menjadi ion-ion disebut…
A. Ionisasi
B. Ion positif
C. Ion tunggal
D. Ion negatif
E. Kovalenisasi
Jawaban:
A (ionisasi merupakan peristiwa terurainya molekul mejadi ion-ionnya)


http://dogleg.jw.lt/ruang_belajar/kimia/soal/elektrolit
SOAL 
1. Sebanyak 3 gram asam asetat dilarutkan dalam 500 mL air sehingga mengalami ionisasi. Jika yang terionisasi sebanyak 0,005 mol, maka tentukan derajat ionisasinya!
2. Sebanyak 9 gram besi (II) hidroksida dilarutkan dalam air sehingga mengalami disosiasi. Jika yang terdisosiasi hanya 0,001 mol maka tuliskan reaksi disosiasinya dan hitunglah α!


Suatu larutan yang dapat menghantarkan listrik dinamakan larutan elektrolit. Kekuatan menghantarkan listrik tergantung pada jumlah ion yang terdapat dalam larutan tersebut. Semakin banyak jumlah ionnya semakin kuat sifat elektrolitnya. Hal ini disebabkan oleh derajat ionisasi zat yang terlarut.




1.      LARUTAN ELEKTROLIT KUAT

Mempunyai derajat ionisasi 1 (α = 1)

Terion sempurna

Contoh : HCl(aq), H2SO4(aq), NaCl(aq), NaOH(aq)


      HCl(aq) --> H+(aq) + Cl-(aq)
      NaCl(aq) --> Na+(aq) + Cl-(aq)
      

2.      LARUTAN ELEKTROLIT LEMAH
·         Mempunyai derajat ionisasi  ( 0 < α < 1)
·         Terion sebagian

Contoh : CH3COOH(aq), NH4OH(aq)

                        CH3COOH(aq) --> CH3COO-(aq)  + H+(aq)
                        NH4OH(aq)      --> NH4+(aq) + OH-(aq)         

3.      LARUTAN NON ELEKTROLIT
·         Mempunyai derajat ionisasi  (α = 0)
·         Tidak terion

Contoh : CO(NH2)2(aq), C12H22O11(aq)

                        CO(NH2)2(aq) --> CO(NH2)2(aq)          ( tidak terion )
                        C12H22O11(aq) -->C12H22O11(aq)         ( tidak terion )

4.      JENIS SENYAWA ELEKTROLIT

No

Jenis Senyawa
Sifat Senyawa
( elektrolit  / non elektrolit )
Padat
Lelehan
Larutan

1.
2.


Senyawa ion ( NaCl, MgCl2 )
Senyawa kovalen polar  ( HCl, HBr )

Non elektrolit
Non elektrolit

Elektrolit
Non elektrolit


Elektrolit
Elektrolit
     

Pada senyawa ion yang berwujud lelehan dan larutan ion-ionya dapat bergerak bebas, sedangkan pada wujud padat tidak. Demikian pula pada senyawa kovalen hanya yang berwujud larutanlah yang ionnya dapat bergerak bebas. Jadi sifat elektrolit suatu senyawa ditentukan oleh ionnya.



I. Pilihan Ganda
 
Pilihlah salah satu jawaban yang Benar!

1. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah ....
A. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik
B. Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion yang bebas bergerak
C. Elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutan atau leburannya dapat menghantarkan listrik
D. Elektrolit adalah zat yang mengandung elektron-elektron yang bebas bergerak
E. Elektrolit adalah zat yang mengandung molekul-molekul yang bebas bergerak

2. Di bawah ini, yang dapat menghantarkan listrik paling baik adalah ....
A. larutan gula 0,1 M                  D. larutan NaCl 0,1 M
B. larutan asam asetat 0,1  M     E. larutan NaCl 1M
C. larutan asam asetat  1 M

3. Zat di bawah ini yang termasuk elektrolit senyawa kovalen dan bersifat basa adalah
A. NaOH                       D. P(OH)3
B. CH3COOH                 E. C12H22O11
C. NH3

4. Di bawah ini adalah hasil percobaan daya hantar listrik dari beberapa lautan.





Dari data di atas, pasangan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah
berturut-turut adalah ....
A. 1 dan 2         D. 2 dan 4
B. 1 dan 3         E. 3 dan 4
C. 1 dan 4

5. Asam klorida  merupakan ... jika dilarutkan ke dalam air bersifat ....
A. senyawa ionik; non elektrolit              D. senyawa kovalen; elektrolit
B. senyawa ionik; elektrolit                     E. senyawa kovalen non polar; non elektrolit
C. senyawa kovalen; non elektrolit

6. Di bawah ini, zat yang dalam lelehannya tidak dapat menghantarkan listrik adalah
A. NaCl                            D. KI
B. C12H22O11                   E. Al2(SO4)3
C. CaCl2

7. Pada pemeriksaan daya hantar listrik larutan berikut, pada volum yang sama,
hantaran terbesar akan diberikan oleh ....
A. 0,1 M HCl                 D. 0,1 M CH3COOH
B. 0,1 M H2SO             E. 0,05 M CH3COOH
C. 0,05 M H2SO4

8. Bahan-bahan di bawah ini tergolong larutan non elektrolit, kecuali ....
A. alkohol         D. larutan urea
B. air gula         E. air garam
C. spirtus

9.   Diwah ini, pernyataan yang kurang tepat untuk larutan elektrolit adalah ....
A. larutan yang dapat menghantarkan arus listrik
B. mengandung ion-ion positif dan negatif yang bergerak bebas
C. daya hantarnya tergantung pada berat molekulnya
D. berasal dari senyawa ionik dan senyawa kovalen
E. dapat terurai menjadi ion positif dan ion negatif

10. Garam dapur dan cuka keduanya menghantarkan arus listrik. Hal ini menunjukkan
bahwa kedua larutan itu adalah ....
A. bersifat asam                        D. dapat saling bereaksi
B. bersifat basa                         E. mengandung ion
C. bersifat netral
 
11. Larutan di bawah ini yang dapat menghantarkan arus listrik adalah ....
A. gula pasir                 D. glukosa
B. alkohol                     E. urea
C. garam dapur

12. Senyawa HCl merupakan contoh dari ....
A. senyawa ionik yang elektrolit                         D. senyawa kovalen yang non elektrolit
B. senyawa ionik yang non elektrolit                   E. senyawa asam lemah yang elektrolit
C. senyawa kovalen yang elektrolit

13. Larutan yang bukan elektrolit adalah ....
A. soda                        D. tawas
B. minyak tanah            E. kaporit
C. cuka

14. Larutan garam dapur dan cuka keduanya menghantarkan arus listrik. Hal ini
menunjukkan bahwa kedua larutan itu ....
A. saling bereaksi                      D. bersifat netral
B. bersifat asam                        E. mengandung ion
C. bersifat basa

15. Suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik apabila mengandung....
A. elektron yang bergerak bebas                       D. logam yang merupakan penghantar listrik
B. air yang dapat menghantarkan listrik              E. ion-ion yang bergerak bebas
C. air yang terionisasi

16. Lampu alat penguji elektrolit tidak menyala ketika elektrodanya dicelupkan ke
dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektroda tetap terbentuk gelembung gas.
Penjelasan untuk keadaan ini adalah ....
A. cuka bukan elektrolit
B. sedikit sekali cuka yang terionisasi
C. cuka merupakan elektrolit kuat
D. alat penguji elektrolit rusak
E. gas yang terbentuk adalah cuka yang menguap

17. Dari senyawa-senyawa di bawah ini yang termasuk elektrolit kuat adalah….
A. H2CO3                       D. HCl
B. Ca(OH)2                    E. CH3COOH
C. NH4OH

18. Pasangan senyawa di bawah ini yang merupakan senyawa ion adalah ....
A. NaCl dan KBr            D. H2O dan HBr
B. CH4 dan NH3             E. KCl dan HCl
C. SO2 dan HCl

19. Jika arus listrik dialirkan melalui NaCl cair dan HCl cair, maka ....
A. NaCl cair meneruskan aliran listrik
B. HCl meneruskan aliran listrik
C. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik
D. NaCl dan HCl tidak meneruskan aliran listrik
E. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik hanya jika dilarutkan ke dalam air

20. Dari senyawa berikut,  yang mempunyai ikatan kovalen dan bersifat polar adalah
A. H2                 D. KCl
B. I2                  E. NH3
C. BF3
http://pelangiannisa.blogspot.com/2013/02/soal-dan-pembahasan-larutan-elektrolit.html