SpongeBob SquarePants Desy's Squarepants: August 2014 /* expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Monday, 25 August 2014

KRONOLOGIS PENDIDIKAN SAYA


Tugas Sejarah Indonesia
KRONOLOGIS PENDIDIKAN
Saya terlahir di Semarang, 20 Desember 1998 sebagai anak pertama dari bapak yang bernama Taufikurohman dan Ibu Zumriyah.
Namun, dalam akte kelahiran saya tertulis saya terlahir di Bandung. Loh kok bisa? Kenapa gak sekalian di Singapura atau Paris atau????
Bukan karena mengada-ada tempat kelahiran, namun orangtua saya membuat akte kelahiran ketika kami sekelurga pindah ke Bandung. Dengan alasan agar tidak rumit dan saat itu juga membuat akte double. Yang satu untuk saya sendiri dan yang satunya lagi untuk adik saya yang benar-benar lahir di Bandung.  Itu cerita dari bapak saya ketika saya minta dijelaskan mengapa tempat kelahirannya tidak sesuai dengan kenyataan.
Saya tumbuh dari bayi menuju balita di Bandung.
Lima tahun lebih beberapa bulan, setelah kelahiran saya, tepatnya tahun 2004 saya dimasukkan oleh orang tua saya ke Taman Kanak-Kanak. Nama TK-nya adalah TK Al-Hikmah yang tidak jauh dari rumah saya. Saya hanya l membuka pintu belakang rumah saya, lalu jalan lurus kurang dari 50 meter sudah sampai.
Tidak seperti TK pada umumnya yang penuh dengan mainan,TK dimana saya belajar tidak terdapat mainan seperti TK-TK yang lain. Pembelajaran awal saya adalah mengaji dan belajar pelajaran seperti matematika, bahasa indonesia, menggambar dan bahasa inggris. Walau ada TK lain yang dekat dengan rumah dan TK itu banyak mainan anaknya, tapi saya dimasukkan di TK yang gak ada mainannya. Mungkin karena agar ilmu agama saya baik, karena TK pilihan orangtua saya kental sekali dengan hubungan dan ajaran agama.
Kegiatan pembelajaran saat TK pun banyak yang berhubungan dengan agama. Misal, sebelum pembelajaran kami diwajibkan mengaji. Mengajinya dengan membaca “Iqro’ “ yang pasti dimulai dari iqro awal yaitu iqro satu. Kegiatan lainnya setiap hari Jum’at kita latihan solat. Latian sholatnya di Masjid Al-Hikmah. Jadi TK tempat saya menuntut ilmu masih dalam naungan masjid Al-Hikmah.
Manasik Haji juga salah satunya, saya ingat kejadian dimana saat akan mengadakan manasik haji.
Seragam untuk manasik haji kebanyakan beli di sekolah. Tapi, karena orang tua saya juga penjahit jadi lebih memilih membuat sendiri agar lebih menghemat. Sama-sama warna putih si, tapi punya saya lebih bagus. Karena modelnya ibu saya sendiri yang merancang. Beda dengan yang lain. Saat manasik, saya ingat kejadian yang melempar jumroh dengan kacang pilus yang di taruh di tas saku kecil, lalu ingat dengan banyaknya kamera yang mengambil gamar dan hasil gambarnya dijual di pinggir jalan menuju jalan keluar lokasi peragaan. Saya liat banyak sekali foto saya, karena tidak hanya ada satu orang yang menjadi juru foto. 

Tapi belajar saya tidak hanya di sekolah, saya juga masih mencari ilmu di sore hari dengan pergi ke Masjid Al-Hikmah untuk mengaji. Jadi saya mendapat ilmu agamanya plus-plus.
 Buku saat saya TK pun tidak penuh gambar-gambar lucu dan menarik yang disukai anak kecil. Hanya ada tempat untuk mewarnai dalam pelajaran sempoa matematika. Bahasa inggris pun bukunya hanya gambar-gambar sederhana yang tidak berwarna dan jika anak-anak melihat sepertinya idak akan tertarik untuk melihat lagi.
Karena ada masalah dalam keluarga saya, akhirrnya saya dibawa oleh orang tua saya ke Banjarnegara yang sejatinya adalah tempat tinggal kakek dan nenek saya. Dan alhasil, pendidikan TK saya pun terhenti dan sampai saat ini saaybelum pernah wisuda TK dan menyandang gelar lulusan TK. Karena saya TKnya tidak lulus. Sangat memalukan, anak SMA yang saat TK tidak lulus.
Memasuki tahun ajaran sekolah baru (2005), saya pun didaftarkan sekolah oleh Pakde saya yang tinggal di Banjarnegara. Dan kebetulah, Pakde saya adalah kepala sekolah di MI Ma’arif Celibikan. Sekolahan yang terletak di pelosok desa.
Asing? Itu yang ada dipikiran saya saat pertama kali mengenal teman dengan suku budaya dan bahasa berbeda. Masih sulit untuk saya mencerna bahasa anak desa yang mainstream berbahasa jawa dan jarang yang fasih berbahasa indonesia.
Saat jajan pun saya merasa kebingungan. Jika di Bandung, ada Tremos besar yang isinya es, di Desa Clibikan kecamatan Wanayasa isinya bubur. Mungkin karena perbedaan iklim. Di Bandung panas, di desa dingin. Malunya itu ketika saya mengasihkan uang kepada penjualnya dan bilang “Bu beli esnya” sambil membuka tutupnya. Dan saya seketika menggaruk rambut karena heran dengan isinya. Akhirnya dijelaskan oleh penjual dengan menggunakan bahasa krama yang membuat saya makin bingung
Saat menunggu Pakde selesai dengan urusan sekolahnya, saya pun di suruh pakde untuk ikut ke rumah teman sekolah saya. Mereka berkata “Desy, mayo salin nang umahe aku” otak saya sedikit mengetahui apa yang mereka maksud. Saya menangkapnya dengan pikiran “saya diajak kerumah untuk bersalaman” dan aku pun mengikuti mereka kerrumanya. Saya kira saya disuruh bersalaman dengan orang tua mereka, ternyata saya disuruh ganti baju dengan baju yang mereka punya di rumah. Namun, gak ada baju yang muat untuk saya. Karena saya dulu tinggi dibanding mereka.
Saya sekolah di MI Ma’arif Celibikan sabagai pelajar kelas 1 hanya satu minggu saja. Karena letak sekolah yang jauh, dan saya memungkinkan pulang seorang diri. Selama saya sekolah disana, berangkat dan pulang selalu bersama pakde, namun aktifitas pakde saya yang menjabat sebagai kepala sekolah menuntut kerja yang lebih dibanding pelajar, sehingga tidak jarang saya pulang sore dan tidak dapat belajar. Oleh sebab itu, saya keluar dari sekolah itu dan saya dipindahkan ke SD Negeri 1 Wanayasa.
Dan lagi, saya menjadi pelajar kelas satu di sekolah yang berbeda. Di sekolah yang baru, saya mendapat teman baru yang lebih banyak dan tak jarang mereka main kerumah saya.
Entah ada masalah apalagi pada tahun 2006 awal, sehingga saya di bawa oleh Ibu saya ke desa Candi, Kecamatan Bandungan, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah.  Dan lagi, sekolah saya tertinggal dan saya menjadi anak pengangguran yang mengangur tak bersekolah. Padahal hanya beberapa bulan lagi saya bisa naik ke kelas 2, dan meninggalkan jabatan kelas 1 Sekolah Dasar.
Di pertengahan tahun 2006 akhirnya saya mulai bersekolah lagi dengan tempat yang berbeda lagi namun dengan gelar yang sama.
Saya disekolahkan kembalii di Bandung, tepatnya di SDN Sayuran 3 sebagai pelajar kelas 1 SD. Di Bandung, saya hanya tinggal bersama Bapak saya. Sedangkan ibu dan adik saya di Ambarawa.
Keseharian saya saat berangkat sekolah, diantar oleh bapak. Namun saat pulang saya berjalan kaki.
Saat sekolah, saya kadang terheran-heran ketika pembelajaran banyak orangg tua yangg duduk di halaman, menunggu anak-anaknya yangg sedang belajar. Bahkan tak jarang ada orang tua yang masuk ke kelas untuk membantu tugas atau karena anaknya menangis. Jauh berbeda dengan saya, yang hanya ditemani orang tua saat berangkat sekolah, seterusnya saya sendiri tanpa orang tua, tidak seperti anak yang lain.

Sistem sekolah di SDN Sayuran 3 berbeda dengan sekolah saya pada saat berada di Banjarnegara.
Saya berangkat sekolah jam 12 pun tidak telat. Jam setengah 7 pun tidak terlalu pagi. Karena apa? Karena jam masuk saya itu beubah-ubah. Satu minggu saya berangkat pagi yaitu jam setengah tujuh, dan satu minggu berikutnya jam dua belas siang.
Entah hal apa yang membuat saya suka bermain, saya sering kelayaban jauh untuk bermain dan jarang sekali ada waktu untuk belajar. Ada PR pun minta di beri jawaban oleh bapak.
Tapi entah apa juga yang membuat saya bisa menjawab semua soal ulangan dengan baik tanpa nyontek. Buktinya saya bisa mendapat peringkat 2 dikelas saat pembagian raport kenaikan kelas. Karena saya dikelas sangat fokus dengan materi, sehingga saat menjumpai soal tidak terlalu bermasalah. Dan ilmu yang saya dapat di TK Al-Hikmah pun tidak jauh beda dengan materi kelas 1, sehingga mudah bagi saya untuk pelajaran kelas satu.
Saat pengambilan raport, saya beserta orang tua saya pun menuju ruang guru sekolah. Kami meminta surat ijin pindah sekolah. Karena saya akan kembali bersekolah di Banjarnegara. Pihak guru sangat kecewa dengan keputusan pindah yang bapak saya ambil, karena saya dianggap murid pintar oleh guru dengan hasil peringkat 2. Namun apa boleh buat, keadaanlah yang membawa saya pindah sekolah lagi.
Di Banjarnegara saya tinggal bersama kakek dan nenek dari bapak. Itung-itung saya menemani mereka, namun bapak saya kembali lagi ke Bandung untuk bekerja.
Tahun ajaran baru pun dimulai kembali, saya pun menjadi pelajar lagi di sekolah lama dengan status kelas 2. Rasa kecewa pun ada, malu juga ada. Karen teman sekels saya terdahulu kin menjadi kakak kelas saya. Dikarenakan saya mendapat pembelajaran kelas 1 sd selama 2 tahun.
Dan ternyata prestasi saya saat di Bandung masih terbawa di sekolah baru. Saya alhamdulillah masih menyandang gelar juara kelas. Bahkan saya bisa meraih peringkat pertama selama di sekolah di SDN 1 Wanayasa lima tahun berturut-turut.
Padahal dulunya saya anak yang jarang belajar, sering main keliaran kesana-kemari. Tapi di Banjarnegara sayajarang sekali keluar rumah untuk bermain bersama teman. Hanya di rumah saja jika tidak ada kegiatan. Jauh berbeda dengan di Bandung, kalau di Bandung main malam sudah biasa. Di Wanayasa maghrib sudah sepi.
Kelas 6 SD adalah saat dimana berjuang untung menghadapi ujian nasional.. yang mata pelajarannya ada 3. Matematika, bahasa indonesia dan IPA. Belajar pasti...!!! bahkan saya kadang menjadi tempat les untuk teman-teman saya. Rumah guru jauh-jauh, sulit untuk belajar ke rumah guru. Jadi saya membantu teman saya untuk belajar.
 Dan alhamdulilaah, sata kelulusan tanggal 20 Juni 2011 saya mendapat peringkat 1 di sekolah saya. 

Saya berada pada posisi paling ujung, paling tinggi juga. Ini di ambil dari dokumentasi pribadi milik teman, saudara sekaligus teman bersaing. Dia sering mendapat peringkat 2 dan terkadang saling kejar nilai.
Lulus SD pasti mau sekolah ke yang lebih tinggi kan? Iya, saya memutuskan untuk bersekolah di SMP Negeri 1 Wanayasa. Saya dulu tidak berminat sekolah dimana-mana selain di sSMP Negeri 1 Wanayasa. Mungkin karena kakak sepupu saya terdahulu juga sekolah di situ, jadi saya membuntutinya.
Di SMP saya bisa kenal lebih banyak teman lagi, kenal teman tidak hanya orang yang beda RT di desa bahkan bisa kenla teman dari berbagai desa dan beberapa kecamatan. Walau teman saya sewaktu SD jarangg yang bersekolah di SMP tempat saya melanjutkan pendidikan, tapi saya tetap senang dan tak akan melupakan teman lama.
Di SMP juga tetap bersaing untuk memperoleh prestasi. Walau niat saya mendapatkan ilmu bukan prestasi. Tapi alangkah bahagianya orang tua jika anaknya memperoleh ilmu sekaligus prestasi.
Di SMP saya seringkali mengikuti lomba-lomba. Walau tidak sesering anak-anak yang bersekolah di kota. Misalnya saya ikut lomba Kader Kesehatan Remaja yang notabennya di ambil dari anak PMR. Namun karena saya pernah menyerahkan piagam dokter kecil sewaktu SD, maka terpilihlah saya  yang mewakili lomba KKR itu. Saya mengikuti lomba itu saat kelas 7 tahun 2012. Dan itu adalah lomba perdana saya saat di SMP.
Namun saat maju di tingkat Kabupaten, saya belum bisa masuk 6 besar. Padahal selisih pointnya hanya sedikit dengan peserta diaatas saya. Mungkin saya kurang berusaha. Maka dari itu saya tertantang lagi untuk mengikuti lomba yang sama di tahun selanjutnya.
Pada tahun 2013 kelas 8 pun akhirnya saya bisa menyambet juara 2 tingkat kabupaten setelah di karantina di puskesmas selama satu minggu.

Foto bersama bapak Hadi Supeno wakil bupati Banjarnegara untuk penyerahan piala. Sekitar pukul 11 malam kami masih di Kantor Sekda. Dengan proses yang sangat panjang dan melelahkan.
Naik kelas 9 saya tidak lagi mengurus perlombaan. Saya sudah fokus untuk belajar mengahadapi UN. Bereda dengan metode belajar saat SD. Saat SMP saya sering ke rumah guru-guru untuk belajar. Karena rumah guru SMP dekat dengan rumah. Bahkan ada yang 5meter langsung sampai.
Gak bosen aku bimbel disekolah, pulangg sore, belajar kerumah guru malam untuk ilmu. Ilmu tak ada yang sia-sia, usaha juga tidak ada yang sia-sia.
Hasil usahaku pun berbuah manis.. Alhamdulillah saya memperoleh peringkat pertama lagi di SMP Negeri 1 Wanayasa walau target nilai ku tidak sesuai. Setidaknya saya hampir menyentuh target bahkan ada yang melebihi target.


Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya.. setelah lulus SMP kami semua beruaha mengejar cita-cita dan impiannya. Kami melanjutkan sekolah berbeda-beda.
Dan Juni 2014 saya sendiri mendatar di SMA Negeri 1 Banjarnegara. Teman-teman terdahulu tidak ada yang mendaftar sekolah di SMAN 1 Banjarnegara seperti saya. Jadi di SMAN 1 Banjarnegara saya seorang diri anak yang lulusan dari SMP Negeri 1 Wanayasa.
Saya mendaftar melalui jalur prestasi sehingga saya mendaftar lebih awal dari yang biasanya. Walau saya terkadang merasa kewalahan dengan syaratnya yang mengharuskan saya bolak-balik dan naik turun gunung dari Wanayasa ke Banjarnegara kota.
Benak awal saya merasa minder, bisa gak ya bersaing di sekolah favorit. Tapi saya ingat denga prinsip awal. Saya sekolah untuk mencari ilmu bukan untuk mencari ketenaran.
Dan disini, saya akan berjuang saya akan giat belajar demi cita-citaku nanti J



Foto saat HBH PMR yang berepatan hari jadi SMANSABARA tanggal 1 Agustus 2014

Dan smansabara adalah tempat pendidikan saya saat ini, dan saya masih mengharap saya akan mempunyai cerita kronologis pendidikan hingga saya perguruan tinggi. aamiin

Friday, 22 August 2014

arti nama Nurul Desyana Rahman

hello...
haaaaayyy..
helllllooooo...
klik disini untuk melihat Facebook saya

waaaah kalian gila..!!!
gaak luuh, aku lagi gak waras aja nulisnya.
kalo kamase pasti "mungkin anda kurang asupan mastin" -_-
entahlaah.. emang dia kadang aneh, tpi kadang juga bikin ketawa *ciiie curcool* huakakakak..
udah laaah diem.! aku mau posting apaan si yah??
ooh iya.. mau posting arti nama ku sendiri.. sampe lupa hayooh
okelah oke..
kalian mau tau gak??
aku siih mau,, :p
kalian gak mau juga gak papa kok.. benerr.
oke..
nama saya adalaaaaaaaaaahhh
NURUL DESYANA RAHMAN
asal usul dari nama sayaaaa
nurul : dikasih nama nurul dari mbah yang di Ambarawa
desy : yaaa jelas,, aku lahir bulan desember. paadahal seharusny bukan desember looh.. harusnya sebelum desember udah lahir.. tapi kata mamah saya, saya terlalu betah di dalam kandunga,,, huwoooo
ana : kata mamah si itu ngambil dari nama bidan yang membantu persalinan.. weehh, aku tuh gak lupa sama jasa bidannya. tanpa bidan saya mungkin tidak selamat.. eeeehhh maaf, karena Allah :)
rahman : kalo rahman si marga. bapak saya ada unsur nama rahmannya.. tpi bukan rahman si,, Rohman.. tpi ya bapak saya bisa mengkondisikan lah yaaa.. masa anak ceweknya yang cantik dapet nama rohman? iye gak iyye gak??
harus iyye
dan sekarang artinyaaa...
jenjreeeeeeeeennng...
NURul : Cahaya-ul .. ahahahah :D
DESy : DESember
ANA : gak tau ada, gak tau saya. kalo jawa kan jadi ada, kalo ana di arab artinya saya
RAHMAN : Pengasiih..
weeeeehhh kalo di sambung artinya apaan yaa??
ada pengasih cahaya yang lahir bulan desember
atau
saya pengasih cahaya yan lahir bulan desember
atau
??????????????????
jangan menyimpang lah yaaa.. intinya itu artinya,.
dan setiap nama itu ada harapannya, jadi bersyukur ajja sama nama saya.
jangan sok ngaku namanya selena gemes, kattek perri, justn bibir, atau apalaaah ituu..
mau tau saya?
mau ngestalk saya?
boleh boleh
buka aja facebook saya
udah ada linknya di atas...

Monday, 18 August 2014

SISTEM PERIODIK UNSUR




A.    PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR 
1).    Pengelompokan atas dasar Logam dan Non Logam
·         Dikemukakan oleh Lavoisier
·         Pengelompokan ini masih sangat sederhana, sebab antara unsur-unsur logam sendiri masih terdapat banyak perbedaan.
2).    Hukum Triade Dobereiner
  • Dikemukakan oleh Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman).
  • Unsur-unsur dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang disebut Triade.
  • Dasarnya : kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur tersebut.
Jenis Triade :
Triade Litium (Li), Natrium (Na) dan Kalium (K)
Unsur
Massa Atom
Wujud
Li
6,94
Padat
Na
22,99
Padat
K
39,10
Padat
1.      Massa Atom Na (Ar Na) =  = 23,02
  1. Triade Kalsium ( Ca ), Stronsium ( Sr ) dan    Barium ( Ba )
3.                 Triade Klor ( Cl ), Brom ( Br ) dan Iod ( I )

3).    Hukum Oktaf Newlands
·          Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris).
·          Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar).
·          Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9 memiliki sifat yang mirip dengan unsur ke-2 dst.
·          Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur disebut Hukum Oktaf.
H
Li
Be
B
C
N
O
F
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
K
Ca
Cr
Ti
Mn
Fe
Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di atas; unsur H, F dan Cl mempunyai kemiripan sifat.
4).    Sistem Periodik Mendeleev (Sistem Periodik Pendek)
·         Dua ahli kimia, Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia) berdasarkan pada prinsip dari Newlands, melakukan penggolongan unsur.
·          Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom.
·          Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.
·         Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak, disebut Golongan.
·         Sedangkan lajur horizontal, untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom relatifnya dan disebut Periode
5).    Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang)
  • Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya.
  • Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya (Ar).


B.       PERIODE DAN GOLONGAN DALAM SPU MODERN
1).    Periode
  • Adalah lajur-lajur horizontal pada tabel periodik.
  • SPU Modern terdiri atas 7 periode. Tiap-tiap periode menyatakan jumlah / banyaknya kulit atom unsur-unsur yang menempati periode-periode tersebut.
Nomor Periode = Jumlah Kulit Atom
Jadi :
  • Jumlah unsur pada setiap periode :
Periode
Jumlah Unsur
Nomor Atom ( Z )
1
2
1 – 2
2
8
3 – 10
3
8
11 – 18
4
18
19 – 36
5
18
37 – 54
6
32
55 – 86
7
32
87 – 118
Catatan :
a)       Periode 1, 2 dan 3 disebut periode pendek karena berisi relatif sedikit unsur
b)       Periode 4 dan seterusnya disebut periode panjang
c)        Periode 7 disebut periode belum lengkap karena belum sampai ke golongan VIII A.
d)       Untuk mengetahui nomor periode suatu unsur berdasarkan nomor atomnya, Anda hanya perlu mengetahui nomor atom unsur yang memulai setiap periode
  • Unsur-unsur yang memiliki 1 kulit (kulit K saja) terletak pada periode 1 (baris 1), unsur-unsur yang memiliki 2 kulit (kulit K dan L) terletak pada periode ke-2 dst.
Contoh :
9F        =  2 , 7                         periode ke-2
12Mg   =  2 , 8 , 2                    periode ke-3
31Ga   =  2 , 8 , 18 , 3             periode ke-4
2).    Golongan
ü  Sistem periodik terdiri atas 18 kolom vertikal yang disebut golongan
ü  Ada 2 cara penamaan golongan :
a)       Sistem 8 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 8 golongan yaitu golongan utama (golongan A) dan 8 golongan transisi (golongan B).
b)       Sistem 18 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 18 golongan yaitu golongan 1 sampai 18, dimulai dari kolom paling kiri.
ü  Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi sama ditempatkan pada golongan yang sama.
ü  Untuk unsur-unsur golongan A sesuai dengan letaknya dalam sistem periodik :



Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi



ü  Unsur-unsur golongan A mempunyai nama lain yaitu :
  1. Golongan IA        = golongan Alkali
  2. Golongan IIA       = golongan Alkali Tanah
  3. Golongan IIIA      = golongan Boron
  4. Golongan IVA      = golongan Karbon
  5. Golongan VA       = golongan Nitrogen
  6. Golongan VIA      = golongan Oksigen
  7. Golongan VIIA     = golongan Halida / Halogen
  8. Golongan VIIIA    = golongan Gas Mulia
  1. C.       SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR
Meliputi :
1).    Jari-Jari Atom
  • Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.
  • Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut.
  • Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya.
Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar.
  • Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar pula, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom.
Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.

2).    Jari-Jari Ion
v  Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata (signifikan) jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.
v  Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif (anion) mempunyai jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.

3).    Energi Ionisasi ( satuannya = kJ.mol-1 )
ü  Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas untuk melepaskan satu elektron sehingga membentuk ion bermuatan +1 (kation).
ü  Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.
EI 1 < EI 2 < EI 3 dst
ü  Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan.
ü  Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar/kuat. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan.

4).   Afinitas Elektron ( satuannya = kJ.mol-1 )
  • Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam wujud gas apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif (anion).
Beberapa hal yang harus diperhatikan :
a)       Penyerapan elektron ada yang disertai pelepasan energi maupun penyerapan energi.
b)       Jika penyerapan elektron disertai pelepasan energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negatif.
c)        Jika penyerapan elektron disertai penyerapan energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif.
d)       Unsur yang mempunyai harga afinitas elektron bertanda negatif, mempunyai daya tarik elektron yang lebih besar daripada unsur yang mempunyai harga afinitas elektron bertanda positif. Atau semakin negatif harga afinitas elektron suatu unsur, semakin besar kecenderungan unsur tersebut untuk menarik elektron membentuk ion negatif (anion).
Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima/menarik elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.
  • Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.
  • Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil.
  • Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar.
  • Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan VIIIA.
  • Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA ( halogen ).

5).    Keelektronegatifan
  • Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa (dalam ikatannya).
  • Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 (keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan F).
  • Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif (anion).
  • Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif (kation).
  • Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil.
  • Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.

6).    Sifat Logam dan Non Logam
  • Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan, yaitu kecenderungan atom untuk melepaskan elektron membentuk kation.
  • Sifat logam bergantung pada besarnya energi ionisasi ( EI ).
  • Makin besar harga EI, makin sulit bagi atom untuk melepaskan elektron dan makin berkurang sifat logamnya.
  • Sifat non logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan atom untuk menarik elektron.
  • Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), sifat logam berkurang sedangkan sifat non logam bertambah.
  • Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), sifat logam bertambah sedangkan sifat non logam berkurang.
  • Unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam sistem periodik unsur, sedangkan unsur non logam terletak pada bagian kanan-atas.
  • Unsur yang paling bersifat non logam adalah unsur-unsur yang terletak pada golongan VIIA, bukan golongan VIIIA.
  • Unsur-unsur yang terletak pada daerah peralihan antara unsur logam dengan non logam disebut unsur Metaloid ( = unsur yang mempunyai sifat logam dan sekaligus non logam ). Misalnya : boron dan silikon.

7).    Kereaktifan
  • Kereaktifan bergantung pada kecenderungan unsur untuk melepas atau menarik elektron.
  • Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali).
  • Unsur non logam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen).
  • Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), mula-mula kereaktifan menurun, kemudian semakin bertambah hingga golongan VIIA.
  • Golongan VIIIA merupakan unsur yang paling tidak reaktif.